Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Pion Tuhan : Page I

Takk... Takk...  Suara papan catur tergetak oleh pion-pion dengan tegas menatap papan kayu. Mantap sekali suaranya, aku sangat suka suara hentakan papan catur itu. Hingga ku temui cara bermain catur akan sama dengan cara pikirku.          Minimal kau perlu memikirkan empat langkah sebelum mengambil keputusan dalam hidupmu‒paling ketika sudah keadaan mepet perlu mengorbankan satu pionmu untuk melompat lebih jauh. Tertawa lantang, "SKAK!" ejekku pada bocah laki-laki seumuranku dengan sorot mata masih menatap papan catur.  "Remis! Remis!" ejeknya balik, mengatakan bahwa ia dan aku tengah seri.  "Ooo tida ndul. Delok jaranku iku!" nyolot seperti biasa, ku suruh si gundul di depanku untuk melihat pion kuda milikku yang sudah menutup jalannya.      "Assalamu'alaikum,"  Sontak                    

Postingan Terbaru

Fatamorgana : Page 1

Fatamorgana : Prolog

Luka Bakar