Fatamorgana : Prolog
Prolog
Aku hanya insan yang penuh kesah
Tidak sedikit luka yang sukar ku ikhlaskan
Aku yang masih berandai andai atas segala hal
Hatiku kau ciptakan tidak seperti Muhammad namun, dipaksa harus seperti Muhammad.
Kau uji hatiku ini dengan apa lagi setelah ini?
Lirihkan nada bacamu untuk membaca tulisan ini, karena sebenarnya kamu tidak perlu membaca ini. Ini hanya sebuah tulisan yang takut terbuang sia-sia, aku hanya suka menuliskan perasaanku untuk diungkapkan. Sejujurnya gengsiku sedalam sumur zacaton atau bahkan panjangnya seperti sungai bengawan solo yang hanya berujung terbuang di lautan. Mungkin tulisan ini adalah lautannya dan kamu pembaca sebagai orang yang mengarungi lautanku.

Komentar
Posting Komentar